
Pejabat Ganti Sementara (PGS) Officer in Charge (OIC) Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Ariko Mahjaya mengatakan pada H+3 Lebaran 2025, masih terdapat peningkatan pergerakan terjadi dibandingkan dengan hari-hari biasanya yang hanya 8.000 pax.
“Secara garis besar, kalau dibilang meningkat, kami mengalami peningkatan,” kata Ariko dikutip Antara, Rabu (2/4/2025).
Peningkatan itu terjadi dikarenakan pergerakan yang cukup aktif, dimana terdapat 71 pergerakan. Dimana, terdapat 35 pergerakan untuk kedatangan dan juga 36 untuk keberangkatan.
Untuk jumlah pax atau penumpang itu sendiri, pihaknya mencatat bisa mencapai lebih dari 8.000 lebih.
“Rencana pergerakan hari ini di tanggal 2 April 2025, sebanyak 71 penerbangan. Di mana 35 kedatangan dan 36 keberangkatan. Dan pergerakan penumpang sendiri, kita bisa lihat di data, rencana hari ini untuk keberangkatan sekitar 4.602 orang, kedatangannya itu 3.967 orang, dengan total kemungkinan sampai malam nanti 8.569 pergerakan penumpang,” jelas dia.
Selama musim arus balik yang diperkirakan terjadi pada tanggal 5,6 dan 7 April nanti, pihaknya telah mempersiapkan berbagai fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan para penumpang yang turun dan naik di Bandara Halim Perdana Kusuma.
Fasilitas tersebut diantaranya adalah ruang tunggu yang sudah diperluas hingga dapat menampung 700 orang. Sehingga, pihaknya meyakini dengan perluasan area tersebut, para penumpang dapat merasa nyaman.
“Untuk area ruang tunggu, kami lakukan perluasan. Perluasan area launch, bisa menampung kurang lebih penambahan 700,” ujar dia.
Untuk mengantisipasi pergerakan arus balik dari luar kota ke Jakarta, pihaknya telah melakukan langkah-langkah preventif bersama dengan TNI AU dengan melakukan pemeriksaan secara acak kepada kendaraan-kendaraan yang masuk ke area Bandara.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan menghindari tindak kejahatan dan juga teror yang dapat merugikan masyarakat yang menggunakan Bandara Halim Perdana Kusuma sebagai jembatan mereka untuk datang dan pergi menuju kota tujuan.
“Jadi kami sudah antisipasi dari awal, melakukan pencegahan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak inginkan. Contohnya ada bom bunuh diri atau bom kendaraan, itu yang kami antisipasi. Harapannya untuk para pemudik yang ingin pergi dan kembali lagi ke Jakarta merasa nyaman dan aman,” tutur dia.
Hingga saat ini, pihak Bandara telah memberangkatkan sekitar 104.646 penumpang dengan jumlah penerbangan sebanyak 1.403. Sementara untuk kota tujuan terbanyak dari Jakarta menuju ke Surabaya, Palembang, Padang dan juga Kualanamu.